10 Oktober 2025 7:41 am

Tips Menjaga Kaca Mobil Tetap Jernih Setelah Musim Hujan

Tips Menjaga Kaca Mobil Tetap Jernih Setelah Musim Hujan

Musim hujan bikin air mudah menempel di kaca dan meninggalkan bekas. Kalau tidak dirawat, kaca cepat kusam dan muncul jamur. Tapi ada cara mudah mencegahnya.

1. Keringkan Kaca Setelah Hujan

Gunakan microfiber atau drying towel agar air tidak mengendap di permukaan kaca. Hindari tisu atau lap kasar karena bisa menimbulkan baret halus.

2. Gunakan Cairan Pelapis Anti Air

Lapisan coating bisa membantu air tidak menempel. Selain menjaga kejernihan, lapisan ini juga membuat kaca lebih mudah dibersihkan.

3. Hindari Parkir di Tempat Terbuka Terlalu Lama

Sinar matahari dan air hujan yang bergantian bisa mempercepat timbulnya kerak. Cari area teduh atau gunakan pelindung kaca.

4. Parkir di Bawah Pohon

Getah dapat membuat kaca menjadi buram, saat wiper dinyalakan malah akan meratakan getah. Menjadi musuh utama cat yang cepat sekali membuat oksidasi.


Kesimpulan
Merawat kaca setelah hujan nggak harus mahal. Dengan kebiasaan kecil, kaca tetap jernih dan awet meski sering terkena cuaca ekstrem.
Blog Post Lainnya
Bahaya Mengabaikan Jamur Kaca Mobil yang Sudah MenyebarBahaya Mengabaikan Jamur Kaca Mobil yang Sudah Menyebar. Banyak pemilik mobil berpikir jamur kaca cuma gangguan kecil. Padahal, kalau dibiarkan terlalu lama, jamur bisa menembus pori kaca dan bikin permukaan jadi buram permanen. . 1. Mengurangi Visibilitas Saat Berkendara. Jamur yang menyebar bisa memecah cahaya dari arah depan. Efeknya, pandangan jadi silau saat malam dan sangat berbahaya ketika hujan deras. . 2. Menurunkan Nilai Estetika Mobil. Mobil yang kaca depannya berjamur tampak tidak terawat. Bahkan, ketika dijual kembali, pembeli bisa menawar jauh di bawah harga pasaran. . 3. Bikin Proses Poles Lebih Sulit. Semakin lama jamur dibiarkan, semakin dalam menempel di kaca. Akibatnya, waktu pengerjaan poles bisa lebih lama dan biayanya lebih tinggi. . 4. Bisa Menjadi Permanen. Beberapa kasus terjadi adalah jamur etching dan tersablon diatas kaca. Utama terjadi di area sunroof lalu kaca depan dan samping. . Kesimpulan. Kalau kaca mulai muncul titik-titik putih atau kusam,
Kenapa Kaca Mobil Cepat Buram Lagi Setelah Dipoles? Ini Penyebabnya!Kenapa Kaca Mobil Cepat Buram Lagi Setelah Dipoles? Ini Penyebabnya! Banyak yang kaget karena baru beberapa minggu poles kaca, tapi sudah buram lagi. Padahal, masalahnya bukan di hasil polesnya, tapi di perawatan harian dan kondisi sekitar mobil. . 1. Air Sumur atau Air Hujan yang Mengandung Mineral Tinggi. Air dengan kandungan kapur bisa menempel jadi kerak baru. Kalau tidak segera dilap, kerak ini akan mengering dan bikin kaca kembali kusam. . 2. Tidak Langsung Dikeringkan Setelah Cuci Mobil. Setelah cuci mobil, biarkan air tidak menempel lama di kaca. Gunakan drying towel khusus supaya tidak meninggalkan noda air yang lama-lama jadi jamur. . 3. Wiper Sudah Keras atau Kotor. Wiper yang jarang diganti bisa jadi sumber baret halus baru. Sebaiknya ganti wiper setiap 6 bulan sekali, apalagi kalau mobil sering parkir di luar ruangan. . 4. Tidak Diberi Lapisan Pelindung Setelah Poles. Lapisan coating kaca bisa melindungi hasil poles lebih lama. Tanpa itu, pori-pori kaca cepat terbuka
Ciri Kaca Mobil yang Sudah Butuh Dipoles, Tapi Sering DiabaikanCiri Kaca Mobil yang Sudah Butuh Dipoles, Tapi Sering Diabaikan. Banyak pemilik mobil menunggu kaca benar-benar buram baru datang ke tempat poles. Padahal, ada tanda-tanda kecil yang kalau diabaikan bisa bikin kaca makin susah jernih lagi. Yuk kenali cirinya biar mobil kamu tetap aman dan nyaman. . 1. Kaca Terlihat Kusam Saat Kena Cahaya Langsung. Kalau kamu lihat pantulan sinar matahari terasa pecah, itu tanda awal kaca sudah mulai rusak mikronya. Efeknya, visibilitas jadi berkurang dan bikin silau parah saat berkendara siang hari. . 2. Tetes Air Hujan Tidak Lagi Menetes Halus. Air yang nggak mau turun dan malah nempel di kaca artinya permukaan kaca sudah kasar. Biasanya karena kerak, jamur, atau baret tipis. Di tahap ini, poles kaca bisa mengembalikan efek hydrophobic-nya. . 3. Ada Bunyi Gesek Saat Wiper Dinyalakan. Kalau wiper terasa seret atau bunyinya cit-cit, itu pertanda kaca sudah tidak halus lagi. Gesekan ini justru bisa memperparah baret kalau dibiarkan terlalu lama. .
Media Sosial
Alamat
0857-1349-5494
Jl. Bibis Raya Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Sitimewa Yogyakarta
-
dibuat denganberdu